Genshin Impact kini bukan hanya sekadar game aksi RPG populer, tapi juga telah menjadi bahan pengajaran resmi di salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok. Peking University, yang dikenal sebagai universitas elit dan bergengsi di Asia. Secara resmi membuka dua mata kuliah berbasis dunia Genshin Impact bagi para mahasiswanya. Fenomena ini menegaskan bahwa pengaruh budaya pop dalam pendidikan semakin besar bahkan, Universitas China Genshin Impact jadi topik viral yang bikin heboh komunitas gamer dan akademisi sekaligus.

Dua Mata Kuliah yang Dihadirkan
1. “Launching Genshin: The Historical Model of Snezhnaya”
Mata kuliah ini menggali wilayah Snezhnaya dalam Genshin Impact dari sudut pandang sejarah. Khususnya dikaitkan dengan sejarah Rusia dan era Uni Soviet. Mahasiswa diajak membandingkan dunia fiksi dengan realita historis yang kompleks. Memahami bagaimana narasi dalam game bisa mencerminkan situasi geopolitik nyata.
2. “Launching Genshin: The Political Philosophies of Teyvat”
Sementara itu, mata kuliah kedua membahas ideologi politik dari berbagai negara dalam dunia Teyvat, mulai dari Mondstadt yang bebas dan demokratis hingga Inazuma yang otoriter. Tujuannya adalah membangun pemahaman filosofis dan sosial-politik lewat cara yang lebih menarik bagi generasi muda.
Mengapa Ini Menarik?
Langkah ini mencerminkan perubahan besar dalam pendekatan pendidikan. Menggabungkan game populer dengan pembelajaran akademis mampu:
- Meningkatkan minat belajar mahasiswa
- Menyajikan studi interdisipliner yang kreatif
- Menggunakan narasi dan worldbuilding game untuk menyampaikan nilai historis dan politik
Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa game tak melulu dilihat sebagai hiburan semata, tapi juga punya nilai edukatif dan sosial yang dapat dijelajahi lebih dalam.
Game Jadi Alat Pendidikan?
Fenomena ini bukan pertama kalinya terjadi. Di beberapa negara, game seperti Minecraft atau Civilization sudah lama digunakan dalam proses belajar. Namun, penerapan dunia Genshin Impact secara langsung dalam kelas akademik menunjukkan level pengakuan yang lebih tinggi terhadap kompleksitas lore game ini.
Apalagi Genshin Impact sendiri juga sedang aktif dalam berbagai aktivitas komunitas, termasuk event spesial seperti giveaway merchandise resmi di versi 5.8. Semakin memperkuat ikatan antara pemain dan dunia Teyvat.
Budaya Pop & Dunia Akademik: Kolaborasi yang Kuat
Langkah Peking University ini sekaligus membuka peluang baru bagi dunia pendidikan. Khususnya bagaimana budaya populer bisa menjadi jembatan belajar generasi digital-native. Generasi Z yang tumbuh dengan teknologi dan hiburan digital membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan relatable.
Menariknya, tak hanya wilayah Snezhnaya yang jadi bahan diskusi akademis. Beberapa waktu lalu, Genshin juga memperkenalkan karakter baru bernama Flins, seorang Lightkeeper dengan latar cerita kelam yang juga berasal dari dunia Nod-Krai.
Penutup
Keputusan Universitas Peking China mengajarkan Genshin Impact sebagai mata kuliah resmi menjadi salah satu tonggak penting dalam evolusi pendidikan modern. Dunia akademik semakin terbuka terhadap pendekatan kreatif dan kontekstual yang mampu menjangkau pemikiran generasi muda dengan cara yang lebih segar dan menarik.
Bisa jadi, ke depan semakin banyak universitas di dunia bahkan di Indonesia yang menjadikan game sebagai medium pengajaran untuk mendekatkan konsep kompleks kepada mahasiswa. Dan Genshin Impact menjadi contoh ideal bagaimana narasi game dapat melampaui batas hiburan semata.
Untuk info gaming dan pop culture lain yang tak kalah menarik, kamu bisa terus update melalui Main Sony.
Leave a Reply