Buat kamu yang suka game horor mobile jadul, Slendrina: The Cellar mungkin jadi salah satu judul yang nggak asing lagi. Permainan ini sempat populer di era yang sama dengan Granny, karena memiliki permainan sederhana tapi bisa bikin player merinding tiap kali buka pintu new di dalam ruang bawah tanah yang gelap.

Asal Usul dan Konsep Game
Slendrina: The Cellar adalah karya DVloper, developer indie yang memang dikenal dengan permainan horornya yang penuh jumpscare. Tugas pemain terlihat simpel: menjelajahi ruang bawah tanah untuk menemukan delapan buku atau objek tersembunyi. Kedengarannya gampang, namun semua berubah saat sosok hantu menyeramkan bernama Slendrina start mengejarmu.
Ketegangan makin terasa karena ruangan-ruangan di cellar selalu sunyi, hanya ada derit pintu dan langkah kaki. Sekali saja kamu salah langkah, sosok Slendrina bisa tiba-tiba muncul tepat di depan layar dengan wajah pucat menyeramkan.
Kalau kamu suka membaca review atau berita gaming lainnya, ada juga banyak judul game menarik di Main Sony yang bisa jadi referensi.
Sensasi Horor yang Bikin Merinding
Yang bikin Slendrina: The Cellar spesial bukan sekadar jumpscare, tapi atmosfernya. Dinding kusam, cahaya redup, suara mendengung di kejauhan semuanya membangun rasa was-was. Setiap kali membuka pintu baru, kamu nggak pernah tahu apakah yang menunggu di baliknya hanyalah ruangan kosong atau Slendrina yang siap menerkammu.
Game ini juga jadi bukti kalau horor nggak selalu butuh grafis realistis. Dengan desain sederhana, DVloper sukses menghadirkan rasa takut yang lebih psikologis ketimbang visual semata.
Buat kamu yang suka RPG dengan sentuhan fantasi, mungkin kamu juga bakal tertarik dengan ulasan soal Moonlight Sculptor: Eksplorasi Dunia Royal Road di Android.
Kelebihan dan Kekurangan Slendrina: The Cellar
Seperti game horor mobile lainnya, Slendrina: The Cellar punya kelebihan dan kekurangan yang bikin pengalaman mainnya unik:
Kelebihan
- Atmosfer horor kuat walau grafis sederhana.
- Gameplay simpel sehingga mudah dimainkan siapa saja.
- Jumpscare efektif, bikin deg-degan terus.
- Bisa dimainkan offline tanpa internet.
Kekurangan
- Variasi gameplay terbatas, hanya mencari buku dan kabur.
- Durasi permainan singkat, cepat tamat.
- Bagi sebagian orang, jumpscare bisa terasa repetitif.
Walau begitu, daya tarik utamanya justru ada di kesederhanaannya.
Masih Layak Dimainkan di 2025?
Jawabannya: iya. Walau Permainan ini sudah lama rilis, Slendrina: The Cellar masih sering dimainkan sama penggemar horor mobile. Banyak YouTuber gaming bahkan masih mengunggah konten baru tentang game ini, membuktikan kalau auranya masih relevan sampai sekarang.
Kalau kamu suka dengan dunia MMORPG, kamu bisa bandingin sensasi horor ini dengan dunia fantasi penuh grafis memukau di Review Noah’s Heart, Game MMORPG Mobile Bergrafis Fantastis. Dari sini kamu bakal lihat perbedaan antara pengalaman survival horor klasik dengan petualangan open-world modern.
Kesimpulan
Slendrina: The Cellar adalah contoh sempurna bagaimana game horor bisa tetap membekas meskipun punya grafis sederhana. Atmosfer, suara, dan jumpscare yang menegangkan buat permainan ini terus relevan dimainkan bahkan di tahun 2025.
Bagi penggemar horor, game ini wajib dicoba. Tapi hati-hati, jangan kaget kalau tiba-tiba wajah Slendrina muncul pas kamu lagi lengah.
Leave a Reply