Dunia game MOBA mobile kembali ramai dengan hadirnya Honor of Kings, game besutan TiMi Studio Group di bawah Tencent. Setelah sukses besar di Tiongkok selama bertahun-tahun, game ini akhirnya masuk ke pasar global, termasuk Indonesia. Banyak yang mulai membandingkan Honor of Kings dengan Mobile Legends, bahkan ada yang bilang sensasinya lebih seru dan kompetitif. Hype ini mengingatkan pada euforia game-game populer lain yang sering dibahas di Main Sony.

Asal-Usul dan Popularitas di Tiongkok
Honor of Kings pertama kali dirilis pada 2015 dan langsung jadi fenomena di Tiongkok. Permainan ini memiliki jutaan player aktif harian dan menjadi salah satu permainan mobile dengan penghasilan terbesar di dunia. Kelebihannya ada pada kualitas grafis, keseimbangan hero, dan mode permainan yang terus diperbarui.
Tidak heran kalau Tencent percaya diri membawa versi internasionalnya ke pasar global. Tujuannya jelas: menyaingi dominasi MOBA lain seperti Mobile Legends, Arena of Valor, atau Wild Rift.
Gameplay Cepat dan Kompetitif
Honor of Kings menyediakan pertempuran 5v5 klasik dengan tiga jalur (lane), hutan (jungle), dan objektif kayak Lord serta turret. Yang membedakannya adalah tempo permainan yang lebih cepat, rata-rata 15–20 menit per match.
Hero-hero di game ini sebagian terinspirasi dari tokoh sejarah dan legenda Tiongkok, memberikan sentuhan unik yang jarang ada di MOBA lain. Sistem kontrolnya responsif, dan kualitas animasi skill terasa mulus, bahkan di perangkat menengah.
Untuk yang seneng main bareng teman, ritme cepat dan koordinasi tim yang intens menjadi permainan ini cocok jadi pilihan untuk masuk daftar 10 game Android multiplayer online yang layak dicoba.
Perbandingan dengan Mobile Legends
Meski sekilas sama, ada beberapa perbedaan mencolok antara Honor of Kings dan Mobile Legends:
- Balancing Hero – Honor of Kings punya sistem balancing ketat, jadi jarang ada hero yang terlalu overpower.
- Desain Peta – Peta Honor of Kings sedikit lebih besar, bikin permainan awal lebih taktis.
- Hero Unik – Banyak hero eksklusif yang nggak ada di MOBA lain, lengkap dengan mekanik skill yang kreatif.
- Visual & Audio – Detail efek grafis dan suara dibuat lebih realistis untuk pengalaman imersif.
Komunitas dan E-Sports
Tencent serius membangun ekosistem kompetitif Honor of Kings. Di Tiongkok, turnamen besar seperti King Pro League punya hadiah miliaran rupiah. Versi global juga start membentuk scene eSports sendiri, yang artinya peluang buat player berbakat di Indonesia terbuka lebar.
Bahkan, banyak pemain Mobile Legends yang penasaran mencoba, apalagi kalau mereka sudah terbiasa menyusun build hero tertentu seperti build Badang tersakit di Mobile Legends yang sering dibahas di komunitas.
Kesimpulan
Honor of Kings hadir bukan sekadar ikut-ikutan, tapi menawarkan pengalaman MOBA mobile yang terasa fresh, cepat, dan kompetitif. Kombinasi grafis mulus, hero unik, serta tempo permainan yang pas membuatnya jadi pilihan menarik bagi gamer Indonesia yang ingin mencoba tantangan baru di luar Mobile Legends.
Leave a Reply