Buat para gamer mobile, nama Dr. Driving pasti sudah nggak asing lagi. Game simulasi mengemudi buatan SUD Inc. ini awal kali rilis tahun 2013 dan langsung meledak di Google Play Store. Walau grafiknya sederhana, Dr. Driving berhasil mencuri perhatian karena menawarkan gameplay unik yang beda dari game balapan pada umumnya. Sampai sekarang, game ini masih sering dimainkan oleh banyak orang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak heran kalau popularitasnya bisa disandingkan dengan game jadul lain yang ikonik, mirip dengan yang pernah dibahas di Main Sony.

Gameplay Unik dan Simpel
Kalau kebanyakan game mobil menekankan balapan cepat, Dr. Driving malah menghadirkan pengalaman simulasi nyetir yang lebih realistis. Pemain ditantang untuk menyelesaikan misi seperti:
- Menyelesaikan perjalanan tanpa tabrakan.
- Mengemudi hemat bahan bakar.
- Parkir mobil di lokasi tertentu.
- Mengantar penumpang dengan aman.
Semua misi ini menguji kesabaran dan keterampilan pemain dalam mengendalikan mobil. Tantangan sederhana ini justru bikin gameplay terasa seru dan nagih.
Kontrol Mudah tapi Menantang
Salah satu alasan kenapa Dr. Driving disukai banyak orang adalah kontrolnya yang mudah dimengerti. Pemain hanya perlu mengatur setir, gas, dan rem. Namun, di balik kesederhanaannya, butuh fokus tinggi untuk menghindari kecelakaan atau menghemat bahan bakar agar bisa menyelesaikan misi dengan nilai sempurna.
Kesederhanaan ini sama kayak daya tarik permainan klasik lain, kayak Zombie Tsunami: Game Jadul yang Masih Seru Dimainin di 2025, di mana permainan enteng justru jadi alasan utamanya bisa bertahan lama.
Mode Multiplayer
Selain mode misi biasa, Dr. Driving juga menyediakan mode multiplayer online. Lewat mode ini, pemain bisa adu cepat menyelesaikan misi dengan pemain lain secara real-time. Fitur ini bikin Dr. Driving nggak hanya jadi game casual, tapi juga punya elemen kompetitif yang cukup menegangkan.
Ringan dan Bisa Dimainkan di Mana Saja
Salah satu keunggulan utama Dr. Driving adalah ukurannya yang sangat ringan. Game ini bisa dimainkan di hampir semua jenis smartphone, bahkan yang punya spesifikasi rendah sekalipun. Selain itu, game ini juga bisa dimainkan secara offline, jadi cocok dimainkan kapan saja tanpa harus khawatir kuota internet habis.
Konsep ringan seperti ini memang masih jadi daya tarik tersendiri, seperti yang juga bisa ditemukan di game lain semisal Sky Roller: Game Casual Ringan dengan Kontrol Simpel.
Kenapa Masih Populer di 2025
Walau sudah tergolong game lama, Dr. Driving masih selalu diunduh jutaan kali sampe sekarang. Beberapa alasan kenapa game ini tetap populer antara lain:
- Gameplay Sederhana tapi Nagih – cocok dimainkan untuk mengisi waktu santai.
- Ukuran Ringan – tidak membebani memori HP.
- Bisa Offline – tetap bisa dimainkan tanpa internet.
- Multiplayer – ada opsi adu skill dengan pemain lain.
- Nostalgia – banyak pemain lama yang tetap kembali memainkannya.
Kesimpulan
Dr. Driving bukanlah game dengan grafik spektakuler atau cerita kompleks, tapi justru kesederhanaannya yang membuatnya bertahan lama. Dengan misi yang menantang, kontrol yang mudah dipahami, dan ukurannya yang ringan, game ini masih jadi salah satu simulasi mengemudi favorit di Android.
Popularitasnya yang terus bertahan hingga sekarang membuktikan kalau sebuah game tidak harus punya tampilan mewah untuk sukses. Selama gameplay seru dan bisa bikin pemain ketagihan, game tersebut akan selalu punya tempat di hati penggemarnya.
Leave a Reply